Version I Nama Gampong Meunasah Baro berasal dari kata Meunasah yang berasal dari kata MADRASAH berarti Tempat Pengajian dan Baro yang artinya Baru. Memaknai arti Meunasah Baro adalah suatu tempat berfungsi sebagai tempat ibadah, untuk bermusyawarah dan tempat belajar. Dengan adanya meunasah, masyarakat dapat berkumpul untuk belajar, memimpin dan menentukan arah kebijakan dalam mensejahterakan masyarakat.
Version II
Akibat meunasah dibakar oleh tentara Belanda, maka dalam tahun 1925 itu juga oleh keuchik dan masyarakat saat itu memindahkan lokasi meunasah ke Lambee yang terletak disebelah selatan jalan Lamhlom – Lamgirek. Meunasah yang tersebut setelah dibangun di beri nama Meunasah Tok Nawa dengan ukuran 8 x 5 m, warga Meunasah Tok Nawa merasa bahagia karena setelah meunasah dibangun banyak dihuni oleh para pengungsi dari Lampuuk karena pada tahun 1943 seluruh rumah warga Lampuuk habis dibakar oleh tentara Jepang hingga mereka mengungsi ke Lamlhom dan tinggal bersama dan berinteraksi dengan penduduk meunasah Tok Nawa tersebut.
Version III
Masih menyangkut meunasah dibakar oleh tentara Belanda, Tak lama kemudian keberadaan Meunasah Tok Nawa tersebut mendapat teguran dari tentara Jepang karena letaknya di sebelah Selatan jalan Lamlhom-Lamgirek yang merupakan zona larangan mendirikan bangunan dan harus disingkirkan, namun masyarakat Meunasah Tok Nawa tidak menghiraukan perintah tentara Jepang tersebut hingga Jepang kembali ke negaranya tahun 1945, setelah Bom Atom Amerika Serikat di ledakkan di Hiroshima Jepang. Di era kemerdekaan warga Meunasah Tok Nawa segera membongkar bangunan Meunasah Tok Nawa dan memindahkan ke lokasi baru yaitu kelokasi sekarang di Meunasah Baro.
Masyarakat Meunasah Tok Nawa juga membangun kembali rumahnya masing-masing di tempat baru yaitu di Gampong Meunasah Baro dan pengungsi Lampuuk pun pulang dan membangun kembali rumahnya yang telah dibakar / dirusak oleh tentara Jepang di Lampuuk.